Selasa, 03 November 2015

Roudlotut tholibin Purwanegara Banjarnegara

PONDOK PESANTREN RAUDLOTUT THOLIBIN 

PURWANEGARA BANJARNEGARA


Nama Pon Pes                        : RAUDLOTUT THOLIBIN
Alamat                                    : Jl kec. puwanegara km.15 banjarnegara
Telp/Fax                                 : -
Pendiri                                    : Kiai ahmadi
Tahun Berdiri                          :-
Pimpinan                                 : KH. Muhamad mujtahidi thoblawi
Jumlah Santri                          :
Jumlah Ustadz                         :
Lembaga Pendidikan              : Mts. islamic boarding fullday scholl Raudlotut tholibin

 pengasuh saat ini adalah Kiai Muhammad Mujtahidi thoblawi adalah adik dari Ny. Siti Mas'udah yang diperistri oleh Kyai Hasyim hasan fatah yang menjadi salah satu santri dari KH. Thoblawi Tuyuhan.
KH. Thoblawi adalah putera pertama KH. Ibrohim, seorang 'ulama' dari Tuyuhan Lasem yang memiliki garis keturunan dari Mbah Sambu (Sayyid Abdurrahman Basyaiban) Lasem.

Kiai M.mujtahidi sering di sapa oleh masyarakat dengan nama kiai Mujtahidi, beliau juga berguru pada KH. Abdul hamid Pasuruan. 
biografi Kiai Abdul Hamid pasuruan
Lahir pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah.Wafat 25 Desember 1985. Pendidikan: Pesantren Talangsari, Jember; Pesantren Kasingan, Rembang, Jateng; Pesantren Termas, Pacitan, Jatim. Pengabdian: pengasuh Pesantren Salafiyah, Pasuruan
Kesabarannya memang diakui tidak hanya oleh para santri, tapi juga oleh keluarga dan masyarakat serta umat islam yang pernah mengenalnya. Sangat jarang ia marah, baik kepada santri maupun kepada anak dan istrinya. Kesabaran Kiai Hamid di hari tua, khususnya setelah menikah, sebenarnya kontras dengan sifat kerasnya di masa muda.
“Kiai Hamid dulu sangat keras,” kata Kiai Hasan Abdillah. Kiai Hamid lahir di Sumber Girang, sebuah desa di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 1333 H. Ia adalah anak ketiga dari tujuh belas bersaudara, lima di antaranya saudara seibu. Kini, di antara ke 12 saudara kandungnya, tinggal dua orang yang masih hidup, yaitu Kiai Abdur Rahim, Lasem, dan Halimah. Sedang dari lima saudara seibunya, tiga orang masih hidup, yaitu Marhamah, Maimanah dan Nashriyah, ketiganya di Pasuruan. Hamid dibesarkan di tengah keluarga santri. Ayahnya, Kiai umar, adaiah seorang ulama di Lasem, dan ibunya adalah anak Kiai Shiddiq, juga ulama di Lasem dan meninggal di Jember, Jawa Timur.
 dalam biografi kiai muhammad mantrianom http://sovasovwa.blogspot.co.id/2015/04/sekilas-biografi-almarhum-al-maghfurlah.html  yang juga pernah mondok dipurwonegoro dibawah asuhan kiai ahmadi pada tahun 1945-1947. dan dari beberapa informasi yang saya dapat memang mbah kiai muhammad mantrianom juga pernah mondok di purwonegoro (menurut alumni pp.roudlotut tholibin)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar